Perbedaan dhorof zaman dan dhorof makan dalam pengikhbaran

Assalamualaikum.wr.wb

Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwasanya dhorof makan bisa dijadikan khobar dari mubtada isim dzat ataupun isim makna,namun untuk dhorof zaman hanya bisa dijadikan khobar dari mubtada isim makna saja.

Nah yang akan kita bahas disini mengapa dhorof zaman dan dhorof makan mempunyai perbedaan sedemikian tadi.

Adapun perbedaan dhorof zaman dan dhorof makan dalam pembahasan ini (ketika menjadi khobar), bahwa dhorof zaman adalah sesuatu yang kadang datang dan pergi (bias berubah-ubah), dan sesuatu tersebut (zaman atau waktu) bisa mengena terhadap setiap sesuatu yang maujud. Sedangkan isim dzat sudah semuanya maujud, maka tidak ada gunanya dhorof zaman mengikhbari sesuatu yang sudah maujud.

Sedangkan isim makna merupakan sesuatu yang tidak maujud melainkan sesuatu yang baru, maka mengikhbari isim makna dengan dhorof zaman bisa memberikan faidah.

Adapun dhorof makan tatkala layak dijadikan tempat bagi sesuatu, maka sah menjadi khobar bagi isim dzat ataupun isim makna, karena tempat tidak hanya mencangkup sesuatu yang maujud juga tidak harus selalu menjadi dhorof bagi sesuatu yang wujud bahkan terkadang sesuatu yang wujud tidak membutuhkan tempat atau bisa juga membutuhka tempat. Olehkarena itu mengikhbari dengan dhorof makan bisa mengetahui  sesuatu yang belum diketahui wujudnya.Oleh karena itu keterangan tempat atau dhorof makan disamakan dengan Ashosh(isim dzat)sehingga sah dijadikan khobar dari mubtada isim makna ataupun dzat.

Sobat bakulnahwu itulah sedikit keterangan masalah perbedaan antara dhorof zaman dan dhorof makan dalam masalah pengikhbaran.Mudah-mudahan sobat bakul nahwu dapat memahaminya dan bisa bermanfaat.Jika ada kesalahan baik dalam penulisan atau keterangan yang tidak pas kami mohon dimaafkan.

Sekian dan wassalam.

Mohon subscribenya bosss!!!!

Untuk refrensi dari keterangan diatas bisa dilihat dibawah ini.

والفرق بين ظرف الزمان وظرف المكان في هذا أَن ظروف الزمان أشياءُ تحدُث وتنقضى، وما وُجِدَ منها فمشتملٌ على كلّ موجُودٍ، والجثة كلها موجودة فلا فائدة في الإخبار عنها بذلك، والمصادر وهى أسماء المعانى غير موجودة بل تحدُث، فأفاد الإخبارُ عنها بالظروف الزمانيّة. وأما ظروف المكان فَأَيُّها جُعِلت مستقرًا لشئٍ جاز أن يقع خبرًا وتقع الفائدةُ؛ لأنّ الأمكنة لا تشتملُ على كلِّ موجود، ولا تكون ظروفًا لكل واقع في الوجود لزومًا، بل قد تخلو مها وقد لا تخلو، فصار الإخبارُ بها يُحصّل ما لم يكن معلومَ الحصولِ. وبهذا أشبهت الأمكة الأشخاص فأفادَت كما أفاد الإخبار بالأشخاص.

شرح ألفية ابن مالك للشاطبي = المقاصد الشافية